Tantangan Data Center Hijau: Mencari Solusi Pendinginan Ramah Lingkungan di Iklim Tropis.

Tantangan Data Center Hijau: Mencari Solusi Pendinginan Ramah Lingkungan di Iklim Tropis.

Permintaan akan Pusat Data (Data Center) terus meningkat pesat di Asia, seiring dengan lonjakan digitalisasi di berbagai sektor. Namun, pembangunan Data Center menimbulkan Tantangan energi yang signifikan, sehingga mendorong pencarian Solusi Pendinginan Ramah Lingkungan yang efisien, terutama di Iklim Tropis.

Data Center mengonsumsi energi dalam jumlah besar, dengan sebagian besar energi digunakan untuk mendinginkan server. Di iklim tropis Asia yang panas dan lembab, pendinginan konvensional sangat tidak efisien dan berkontribusi besar terhadap emisi karbon.

Inovasi yang sedang diuji termasuk penggunaan liquid cooling (pendinginan cairan) yang langsung pada chip server, pemanfaatan air laut dingin atau air tanah dalam, dan desain arsitektur yang memanfaatkan ventilasi alami. Tujuan utamanya adalah mencapai Power Usage Effectiveness (PUE) yang rendah.

Pemerintah dan startup teknologi di Asia didorong untuk menciptakan Data Center yang bersertifikasi hijau dan menggunakan energi terbarukan. Mengatasi tantangan pendinginan ini adalah kunci untuk memastikan pertumbuhan digital Asia tidak datang dengan mengorbankan komitmen iklim.